Surat ar-Rahman-ku


Ini adalah kisah aku yang kehilangan sesuatu. Hiks… hiks… Kecewa, dah… Tapi insya Allah masih bisa diselamatkan walaupun dalam bentuk lain :P.

Jadi begindang ceritanya, sebelum nikah aku minta mahar hafalan Surat ar-Rahman dan cincin emas satu ekor. Lalu, ditambahkan dengan sejumlah uang kertas oleh calon suami. Jadi, kurang lebih hak mahar aku ada tiga jenis (hafalan surat, emas, dan uang kertas)—ok.

Nah, pas akad, waktu Penghulu sedang mengisi buku nikah, beliau nanya apa maharnya, aku jawab ketiga hal itu, tapi eh, beliau gak tulis Surat ar-Rahman-nya. Beliau hanya menganggap penting emas dan uang kertasnya aja! Ih, nyebelin. Jadi weh, di buku nikah dan pas ijab-kabul sama sekali tidak di-mention hafalan Surat ar-Rahman. Aku bener-bener kecewa.

Kata suami sih, gak apa-apa, beliau tetep bakal kasih hafalan Surat ar-Rahman—dibayar kredit hihihi… (waktu nikah beliau belum hafal Surat ar-Rahman). Jadi hafalan surat itu tidak dianggap mahar, tapi ya hadiah suami untukku. Semoga Allah melindunginya. Aamiin.

BTW, hari ini (4 Juni 2012) anak pertamaku telah hidup di dunia selama 2 tahun. Semoga beliau menjadi manusia beriman, bertaqwa, fathonah, amanah, shiddiq, dan dikaruniai teman-teman sepermainan, guru-guru, dan pasangan hidup yang dapat mendekatkannya kepada Allah. Aamiin.

Hanna

4 Juni 2012

Baca Juga:

Berbenah Diri untuk Penghafal Qur’an oleh  ALISLAMALAFASY

Cara Menghafalkan al-Qur’an oleh ALISLAMALAFASY

Musliman 82 Tahun Penghafal al-Qur’an oleh ALISLAMALAFASY

Hadiah untuk Ayah dan Ibuku oleh Hanna Wilbur

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Suami-Istri dan tag , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Surat ar-Rahman-ku

  1. aisyah berkata:

    aku pengen di kasi mahar surat Ar-Rahman..semoga segera ada yang “jemput” diriku ya hann..kamu uda ada investasi 2 anak,,subhanallah,,aku belum >.<

  2. Ping balik: Hadiah untuk Ayah dan Ibuku | Punya Hanna Wilbur

  3. Ping balik: Page View 11-07-2013 sampai 18 -07-2013 | Punya Hanna Wilbur

Komentar ditutup.