Tragedi Mukena


Curhatku pada komputer di suatu hari dua tahun yang lalu…

TRAGEDI MUKENA

Ada yang sempat memperhatikan mukena-mukena yang terjual di toko-toko saat ini? Kok, tambah tipis aja, ya? Ya, memang tidak semua, tetapi tampaknya semakin banyak terlihat mukena yang tembus pandang beredar. Bayangkan, mukena di rumah saya saja ada 2 yang perlu diberi kain tambahan di bagian kepala karena rambut dan leher saya masih dapat terlihat. Memang, kalau di dalam rumah kita bebas membuka aurat, tetapi aurat ini tetap harus ditutup ketika shalat. Betul?

Betuuuul!

Kalau shalat tanpa menutup aurat sesuai dengan syariat itu dapat mengurangi nilai shalat atau (na’udzubillah) membuat shalat kita tertolak. Coba pikirkan bagaimana juga nasib saudari-saudari kita yang belum berkerudung dan masih memakai baju pendek. Ketika mereka shalat ke masjid dan memakai mukena yang tembus pandang (karena hanya itu yang tersedia di masjid tersebut), bagaimana nilai shalat mereka? Bagaimana pula ‘penilaian’ Allah terhadap para pengurus masjid yang telah menyediakan mukena-mukena tembus pandang tersebut?

Ini bukan cuma permasalahan individu, tapi juga sosial. Tolong kepada para pebisnis mukena untuk memperhatikan agar mukena yang diproduksi tetap menjamin fungsi utamanya. Sementara itu, para pengurus masjid juga memperhatikan hal ini ketika membeli mukena. Para orang tua tolong juga lebih selektif dalam membelikan mukena untuk anaknya. Tidak hanya sekedar “Ih, mukenanya lucu… Cocok deh, di Ade…” tetapi juga tetap memperhatikan bahwa mukena yang dibeli untuk anaknya itu menjalankan fungsinya.

Sedangkan bagi kita-kita per individu juga lebih berhati-hati dalam membeli mukena agar tak hanya murah dan praktis (ukuran lipat kecil dan mudah dibawa kemana-mana), tetapi juga dapat menutup aurat kita ketika shalat. Mungkin kalau para konsumen menolak untuk membeli mukena tembus pandang, para pengusaha mukena juga akan terpaksa untuk memproduksi mukena dengan kualitas yang lebih baik.

Hanna

2010

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , . Tandai permalink.