Surat untuk Menantuku


Oleh: Hanna Natalisa

Kepada Menantuku:

Terimakasih mau menerima anakku dalam hidupmu. Engkau adalah seorang wanita mulia yang pasti diidamkan banyak lelaki, namun kau memilih anakku. Aku, ibunya, telah berupaya sebisaku untuk mendidiknya agar pantas mendapatkanmu, namun diri ini bukan tanpa cela, semoga engkau bisa bersabar menghadapinya dan bersyukur menerima kebaikannya.

Tolong, banyak-banyaklah menuntut dia; tuntutlah ia untuk menjalankan rukun Islam, tuntutlah ia untuk menjaga hafalan Qurannya, tuntutlah ia untuk mendapatkan rizki yang halal, tuntutlah ia untuk senantiasa menuntut ilmu, tuntutlah ia menjadi ayah yang bertanggung jawab, tuntutlah ia menjadi tetangga yang peduli, tuntutlah ia untuk menjadi anak yang berbakti kepada orangtua, tuntutlah ia menjadi pemimpin yang amanah, dan tuntutlah ia menjadi insan yang senantiasa mencari keridhaan Allah di setiap gerak langkahnya.Aku mungkin ibunya, tapi dia mungkin akan lebih mau mendengar dirimu. Tolong, bimbinglah anakku dengan baik.

Aku titipkan cucu-cucuku kepadamu, wahai wanita mulia, bimbinglah mereka untuk menjadi diri mereka sepenuhnya—para mukmin yang penuh karya. Di tanganmu mereka akan bersinar dan melanjutkan obor yang selama ini kalian pegang.

Kepadamu, wahai menantuku, sekali lagi aku ucapkan terimakasih.

Cimahi, 10 Maret 2013

Ibu dari Suamimu

Image

Iklan
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Inspirasi, Keluarga dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.