Kuatkan Anak dengan Fondasi Moral*



Oleh: Hanna Natalisa

Moral Good BadDulu aku berfikir bahwa masalah besar yang akan aku hadapi sebagai orangtua adalah pornografi. Teringat waktu sekolah dulu, ada teman-teman laki-laki yang senang mengisi buku tulisnya dengan gambar tidak layak. Rasanya aku akan marah besar (‘gak boleh pulang tujuh hari tujuh malam…!’) jika suatu saat di antara anakku ada yang melakukan hal serupa.

Itu sebelum aku tahu bahwa tantangannya kini lebih rumit.

Melalui berbagai talkshow NXG Indonesia kita jadi tahu mengenai bagaimana video game kini bukanlah hanya hiburan. Kekerasan, pornografi, dan rasisme dengan mudah anak-anak kita pelajari melalui video game.

Waktu awal aku tahu hal ini yang pertama kali muncul setelah shock adalah sakit hati, merasa dikhianati oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan dari kepolosan anak dan ketidak-tahuan orangtua. Namun, life must go on, dan inilah dunia dimana anak-anak kita berada, yang perlu kita lakukan adalah mempersiapkan mereka untuk zamannya mereka ini.

Ada sebuah kutipan yang aku sukai dari seorang novelist, Robert Maynard Hutchins. Ia berkata, “Tujuan pendidikan adalah mempersiapkan generasi muda untuk mendidik diri mereka sendiri seumur hidup mereka.” Kutipan ini menginspirasiku untuk memandang anak-anak sebagai manusia yang mampu menalar dan menginginkan yang terbaik untuk diri mereka. Kita orangtuanya ada bukan untuk memperhatikan dan menjaga setiap langkah mereka 24 jam, tapi membimbing mereka untuk dapat melangkah dan menjaga diri mereka sendiri. Setiap manusia dilahirkan dengan naluri kepada kebaikan, yang perlu kita lakukan adalah merawat dan membimbing kecenderungan ini agar terjaga. Di sinilah pentingnya pendidikan moral dari orangtua dan pendidik.

Mengapa pendidikan moral itu penting? Ada sebuah ungkapan; orang yang tidak memiliki pegangan akan berpegang pada apa pun. Orang yang tidak memiliki pegangan akan mudah mengikuti lingkungannya, atau tidak memiliki kekuatan mental untuk menolak jika lingkungan membawa pada hal yang merusak.

Berilah anak-anak fondasi moral yang baik, maka ketika ia bertemu keburukan, maka nalurinya akan membenci dan menjauhinya, dan tidak akan terpengaruh olehnya. Ia akan mampu membedakan mana nyata dan mana yang tidak. Malahan, dengan kekuatan karakter, ia dapat mengubah lingkungannya apabila ada sesuatu yang ‘tidak beres’.

Tantangan yang anak-anak kita hadapi tentu saja banyak, dan efektifitas ‘persuasi’ video game hanyalah salah satunya. Dengan pemahaman baru tentang video game yang kita miliki, kita bisa menjadikannya kawan. Perhatikan dan pilih konten video game yang akan mengajarkan hal-hal yang positif kepada anak (tidak sekedar ‘aman’, namun juga membawa manfaat), kontrol lamanya bermain, dan ikutlah bermain (belajar) bersama mereka.

Ingat, waktu kita bersama anak tidak lama, hanya 12-14 tahun. Maksudnya, setelah itu mereka akan cenderung untuk melihat pada lingkungannya. Memanfaatkan waktu ini untuk menguatkan fondasi moral mereka adalah keharusan. Kematangan, kemandirian, dan rasa tanggung jawab moral anak akan membimbingnya dan melindunginya untuk melewati kehidupan selanjutnya. Ia juga akan tahu mana yang nyata dan mana yang tidak. In shaa Allah, hal-hal seperti video game, misalnya, tidak akan mempengaruhi seseorang dengan fondasi moral yang kuat untuk meniru keburukannya (semoga).

Oh, dan satu lagi hal yang penting; banyak-banyaklah berdoa ;).

———————————————————————

*Tulisan ini pertama kali diterbitkan di edisi pertama Buletin bulanan NXG Indonesia–Komunitas Pemantau Konten Video Game.

Anda orangtua/pendidikan dan memiliki inspirasi, insight, atau pengalaman berkenaan dengan game software? Kirimkan ke bal.manusia@gmail.com. Tulisan maksimal 2 halaman A4, Times New Roman, spasi 1. Bagi yang tulisannya dimuat, akan ada kenang-kenangan dari redaksi :).

———————————————————————

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Game Software, Inspirasi, Keluarga dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Kuatkan Anak dengan Fondasi Moral*

  1. zarahsafeer berkata:

    sukaaaaaaaaaa 🙂

    • punyahannawilbur berkata:

      Boleh Mbak, kalo ada tulisan seperti ini, kirim ke email di atas. In shaa Allah klo dimuat dpt kenang2an ^^. Siapa tw Mbak punya inspirasi yg woke bgt untuk di-share dgn ortu lain ^^.

Komentar ditutup.