Generasi Instan


Penting untuk Para Pendidik. Aku suka kata-kata, “Filosofi sederhana beliau: sesuatu yang didapat dengan mudah dan cepat akan hilang dengan cepat pula. Jadi dia lebih percaya akan versi belajar tradisional, belajar dengan tekun tanpa mengenal waktu dan tidak perlu tergiur akan jalan pintas yang hanya memberikan kegunaan sementara.”

Another try

Semua yang instan memang praktis, tapi tidak selamanya disarankan.

Mama saya termasuk manusia yang paling skeptis akan segala hal yang berbau instan. Mi instan dicoret dari daftar menu rumah selama saya dalam masa pertumbuhan, karena menurut mama, terlepas dari butanya dia akan ilmu kimia dan gizi, sesuatu yang instan pasti mengandung zat kimia yang kemungkinan berbahaya bagi pertumbuhan otak anaknya. Bumbu instan dipandang setengah mata oleh mama yang keahlian masaknya telah tersinggung oleh teknologi. Praktek pengajaran apapun yang serba ekspres selalu membuatnya curiga dan ragu. Filosofi sederhana beliau: sesuatu yang didapat dengan mudah dan cepat akan hilang dengan cepat pula. Jadi dia lebih percaya akan versi belajar tradisional, belajar dengan tekun tanpa mengenal waktu dan tidak perlu tergiur akan jalan pintas yang hanya memberikan kegunaan sementara.

Saya pun terbiasa untuk sabar dalam belajar apa pun. Otak lambat dan ketidaksabaran sungguh bukan kombinasi yang paling baik untuk seorang pelajar, tapi tatapan…

Lihat pos aslinya 540 kata lagi

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.