Tinggal Titip Aja


storytime_with_babyHari Rabu pekan lalu (17 April 2013) sepulang dari kampus, aku diantar ojek ke rumah. Dalam perjalanan, karena saya dan Bapak supirnya kenal, kami pun berbincang-bincang.

“Neng, udah lulus kuliah?”

“Udah, pak. Ini barusan ngambil ijazah.”

Perbincangan pun berlanjut ke dimana aku mau bekerja. Ketika aku bilang belum ada niat bekerja beliau bertanya, “Gak dibolehin sama suami?” Aku bilang enggak, itu memang pilihan aku. “Pengen ngasuh anak.”

Bapak itu lalu bilang bahwa sekarang sudah banyak tempat penitipan anak yang bagus. Guru-gurnya bisa ngajar agama, dst… dst…

Omongan bapak itu membuat hatiku bergetar. Tanpa bermaksud berburuk sangka, tapi kesan yang aku dapet seakan-akan beliau bilang begini, “Gak apa-apa anak ditinggal, biar orang lain aja yang ngurus, gampang.” (kasarnya seperti ini)

Tidak, terimakasih pak, biarkan anak-anakku belajar agama dan baca tulis langsung dariku. Buat apa aku sekolah tinggi-tinggi kalau potensiku dihabiskan untuk mensukseskan orang lain, tapi anak-anakku sendiri dibesarkan oleh orang lain.

Biarkan aku diberi kesempatan untuk menyentuh anak-anakku sebelum ia pergi ke sekolah dan mulai diproses menjadi calon budak perusahaan.

Iklan
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Homeschool, Inspirasi, Keluarga dan tag , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Tinggal Titip Aja

  1. zarahsafeer berkata:

    semangat mbak hanna 🙂 smg dimudahkan cita dan asanya, membersamai anak-anak selalu….tar lagi besar uy anak-anak..

Komentar ditutup.