Jangan Asal Disuruh Pulang


Image

Beberapa waktu lalu salah satu keponakan-ku (bayi belum 1 bulan) sakit kritis dan dirawat di rumah sakit selama beberapa hari.

Ketika kami sekeluarga menengok, salah satu dari anggota keluarga menyarankan agar keponakannya dibawa pulang aja. Kepercayaan terhadap obat-obatan dan medis konvensional memang rendah, sehingga beliau menekankan pentingnya pulang saja, dan melanjutkan pengobatannya di rumah. Keponakan yang sakit masih bayi, jadi beliau merasa kalau di rumah, akan lebih bebas memberikannya ASI untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Namun, walaupun begitu, aku pribadi menyarankan jangan keluar dari rumah sakit, apalagi dengan kondisi seperti itu.

Kalau Anda seperti kami, punya paradigma ‘functional medicine‘ dan tahu berbagai cara pengobatan tanpa obat kimia, tidak apa-apa. Kita punya ‘amunisi’ untuk menghadapi berbagai ketidak seimbangan tubuh. Tapi, bagi orang kebanyakan, ‘dokter dan rumah sakit’ adalah satu-satunya ‘amunisi’ mereka. Kalau kita menyuruh mereka pulang dari rumah sakit, apalagi dalam kondisi kritis, kita sama saja menyuruh mereka berperang tanpa perlengkapan. Aku pikir ini lebih berbahaya.

Aku pun kalau belum punya pengetahuan akan sesuatu tidak akan bertindak gegabah.

Alhamdulillah sang bayi telah pulang dengan selamat setelah kondisinya dinyatakan stabil. Semoga ke depannya keponakan kami ini tumbuh menjadi anak yang sehat dan berakhlaq baik. Aamiin.

——————————————————————————————————————

Baca Juga:

Biar Gak Gampang Sakit

Dokter Keluarga

I Want to Take Responsability for My Health

Kenyataan Mengenai Obat-obatan

Iklan
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Keluarga, Kesehatan. Tandai permalink.