Ibu Dosen Gaul yang Penuh Karya


Bu Santi Indra Astuti yang Cantik

Bu Santi yang Mempesona

Bagi mahasiswa, banyak pengalaman semasa berkuliah yang akan terus dikenang sepanjang masa, dan dosen yang hebat adalah di antaranya. Bagi aku, salah satu dosen hebat tersebut adalah Bu Santi Indra Astuti. Semasa aku berkuliah beliau termasuk sibuk kesana kemari mengurus keperluan administrasi maupun motivasi mahasiswanya. Bahkan banyak mahasiswa ‘tua’ yang termotivasi segera lulus setelah sering di-‘teror’ oleh Bu Santi :P.

Ibu satu ini tegas dan mungkin bisa tampak galak, tapi orangnya betul-betul peduli pada mahasiswanya. Karena kepeduliannya ini, beliau sering ‘blusukan’ bergaul langsung dengan berbagai pihak; dosen, mahasiswa, dan bahkan staf kebersihan dan kerapihan.

Koq harus ‘blusukan’ segala?

Karena selain sebagai dosen, beliau juga diamanahi berbagai posisi ‘sibuk’, seperti salah satunya, menjadi wakil dekan fakultas.

Ketika aku mewawancarai beliau, semakin terkuak kisah di balik ketangguhan beliau. Perjuangan untuk berkuliah di masa lalu dan orang-orang hebat di sekitar beliau turut memberi andil terhadap Bu Santi saat ini.

Bu dosen GAUL satu ini adalah alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad (1989-1994) dan Magister Ilmu Komunikasi UI (2003-2005). Ada kisah menarik soal kepindahannya yang dari Bandung ke Jakarta. Ibu kelahiran 15 Agustus 1970 ini bercerita pernah merasakan suaminya jadi ‘weekend husband’, karena suaminya bekerja di Jakarta.

Keinginan untuk melanjutkan kuliah ke magister sudah tinggi, tinggal memikirkan ‘mau kuliah di mana?’. Kalau melanjutkan di universitas yang sama dengan ketika S1 maka khawatirnya akan bosan. Beliau sudah kenal dengan para dosen dan mahasiswanya, pasti nanti di magister akan bertemu orang-orang yang sama. “Same old song,” ungkap Bu Santi. Akhirnya beliau pun memutuskan melanjutkan ke UI, sekaligus ikut tinggal bersama suaminya di Jakarta.

Selama kuliah di Magister inilah banyak perjuangan yang menarik. Karena kuliah dengan uang sendiri (tidak ada beasiswa yang tersedia ketika itu) dan “BPPS alias Biaya Pontang-Panting Suami”, beliau ke sana kemari melakukan berbagai proyek untuk menambah pemasukan. Beruntung banyak dosen magister yang berbagi proyek penelitian dengan mahasiswanya, sehingga Bu Santi turut kecipratan amanah yang juga akan memberinya uang tambahan untuk membayar kuliah.

Bu Santi dan naning

Bersama anak pertama.

Krisna, anak bu santi

Krisna, anak bungsu Bu Santi.

Beruntung, suami dan anak-anak sangat mendukung keputusan Bu Santi untuk berkuliah dan mengejar impiannya.

Bu Santi dianugerahi dua orang anak, yaitu Dianing Pangestika (17 tahun) dan Krisna (12 tahun). Bu Santi adalah dosen yang menjunjung tinggi kejujuran (jangan harap deh, ada mahasiswa yang nyontek pas ‘tugas jaga’ Bu Santi), dan anak-anaknya pun tampak turut mengikuti jejaknya. Pada bulan menjelang UN, Krisna turut menandatangani Deklarasi Anti Nyontek UN 2013 yang diselenggarakan di CFD Dago. Berikut ini komentar Bu Santi di bawah fotonya:

Krisna Menandatangani Deklarasi Anti Nyontek 2013

Krisna Menandatangani Deklarasi Anti Nyontek 2013.

Krisna menandatangani Deklarasi Anti Nyontek buat Ujian Nasional 2013 di CFD Dago. Sangat bangga dengan kesadarannya. Biar kecil dan sederhana, upaya menegakkan integritas dan pendidikan moral dimulai salah satunya dari aksi ini. Bismillah, untuk ananda di seluruh Indonesia yang sedang mempersiapkan diri menempuh UN, semoga dapat lulus ujian dengan terhormat dan berkah.. (Foto diunggah pada 8 April 2013)

Aww… so sweet!

Kemudian berikut ini gambar Krisna sedang kembali me-review materi sebelum UN:

Detik-detik Krisna menjelang UN 1 Mei 2013

Detik-detik Krisna menjelang UN, Mei 2013

Selain sibuk di universitas, Bu Santi juga adalah seorang penerjemah yang produktif. Banyak buku-buku terkenal yang aku tidak menyangka telah diterjemahkan oleh beliau. Berikut ini daftar beberapa buku:

  1. Stokes, Jane. 2006. How to Do Media and Cultural Studies: Panduan untuk Melaksanakan Penelitian dalam Kajian Media dan Budaya. Yogyakarta: Bentang.
  2. Barbara Coloroso. 2006. Stop Bullying: Memutus Rantai Kekerasan Anak dari Prasekolah Hingga SMU. Jakarta: Serambi.
  3. Jerald F. Dirks. 2006. Abrahamic Faiths: Titik Temu dan Titik Seteru Antara Islam, Kristen, dan Yahudi. Jakarta: Serambi.
  4. Tony Attwood. 2007. Sindrom Asperger: Panduan bagi Orangtua dan Professional. Jakarta: Dian Rakyat.
  5. Truman Capote. 2007. In Cold Blood. Yogyakarta: Penerbit Bentang.

Tak hanya menterjemahkna, Bu Santi pun menjadi Editor buku, salah satunya adalah Metode-metode Riset Kualitatif dalam Public Relations dan Marketing Communications karya Christine Daymon dan Immy Holloway (2008).

Bagi mahasiswa ilmu komunikasi, pasti tidak akan asing dengan buku “Jurnalisme Radio: Teori dan Praktek” (2010). Ya, itu adalah salah satu karya Bu Santi! Tulisan Bu Santi juga pernah dipakai sebagai salah satu bab dalam buku Pak Deddy Mulyana dan Pak Solatun “Metode Penelitian Komunikasi: Contoh-contoh Penelitian Kualitatif dengan Pendekatan Praktis” (2007). Bab yang ditulis oleh Bu Santi berjudul “Program Sahur Ramadhan di TV: Analisis Wacana Kritis”.

Dan BANYAK karya tulis lainnya.

Bu Santi juga saat ini turut andil dalam sebuah wadah yang melindungi dan memberdayakan wanita. Awalnya bernama Forum Studi Wanita, namun kemudian berubah nama menjadi Pusat Studi Wanita pada tahun 2010. Ketika PSW mendapatkan dana hibah, maka Bu Santi, dkk termasuk yang diamanahi untuk merevitalisasi PSW ini.

Bu Santi hingga sekarang terus memanfaatkan berbagai kesempatan yang Allah anugerahi dengan berbagai karyanya.

Berikut ini salah satu gambar motivasi bagus yang beliau share di facebook wall-nya 28 November 2013:

Bu Santi Quote Fb 28 Nov 2013

The only way that we can live, is if we GROW. The only way that we can grow is if we CHANGE. The only way that we can change is if we LEARN. The only way we can learn is if we are EXPOSED. And the only way that we can become exposed is if we throw ourselves out in the OPEN.

Walaupun ini tulisan orang lain, menurut aku tulisan ini Bu Santi banget, ibu dosen gaul yang terus tumbuh, berkembang, berubah, dan menjaga pikirannya tetap terbuka.

——————————————————————————————-

Semua sumber gambar dari SINI.

——————————————————————————————-

 smart gaul kreatif 21 nov-21 des 2013 banner lomba

 “Blogpost ini diikutsertakan dalam Lomba Ultah Blog Emak Gaoel

Iklan
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Inspirasi, Lomba dan tag , , , , . Tandai permalink.