Mengapa Demam Bisa Baik untuk Anda


Rabu, 23 Februari 2011, oleh Shona Botes

(NaturalNews) Demam sebenarnya adalah cara tubuh melawan infeksi. Banyak orangtua beranggapan sedang melakukan yang terbaik dengan langsung memberikan obat untuk ‘menurunkan’ panas ketika terjadi, tapi sebenarnya, hal ini menimbulkan lebih banyak kerusakan daripada kebaikannya. Studi menemukan bahwa aspirin dan obat penurun demam lainnya sebenarnya menekan produksi antibody, sehingga menyebabkan infeksi bertahan 50% lebih lama daripada seharusnya.

Rata-rata, suhu tubuh 37 C dianggap ‘normal’. Ini tidak memperhitungkan bahwa anak-anak relatif lebih hangat suhu tubuhnya dibandingkan orang dewasa. Olah raga, memakai baju hangat, mengkonsumsi makanan pedas, dan siklus menstruasi pada remaja putri dapat meningkatkan suhu tubuh satu sampai dua derajat.

Demam cenderung mencapai suhu tertingginya di sore hari, jadi bila suhu tubuh anak Anda sedikit di atas normal pada saat itu, tidak perlu panic. Tapi jika anak Anda terbangun dan sedikit demam, Anda mungkin perlu memintanya diam di rumah dan beristirahat, agar demamnya dapat melakukan tugasnya melawan infeksi.

Penyebab demam biasanya infeksi, dehidrasi, vaksinasi, obat-obatan kimia sintetis, tumor, juvenile rheumatoid arthritis, pembengkakan (inflammation), dan tumbuh gigi pada balita.

Satu-satunya kondisi demam bisa berbahaya adalah jika meningkat di atas 41 C[1]. Ia bisa berbahaya bagi otak dan jantung. Namun demikian, biasanya otak akan melakukan tugasnya menjaga suhu tubuh di [maksimal] 40 C.

Namun, ada kalanya ketika perhatian medis perlu diupayakan ketika demam. Ini termasuk demam pada anak di bawah 3 bulan, yang memiliki demam di atas 38 C (sementara menunggu pertolongan medis, upayakan terus memberikan ASI, karena ASI mengandung antibody alam). Pertolongan medis juga perlu untuk anak usia di antara 3 bulan dan 3 tahun, yang mengalami demam lebih tinggi dari 39 C, dan bagi siapa pun yang demam di atas 40 C.

Cara terbaik perawatan ketika demam adalah dengan berbagai pengobatan alami, karena lebih aman dan memiliki resiko sangat rendah atau tidak beresiko memiliki efek samping negatif sama sekali. Obat-obatan kimia sintetis telah diketahui memiliki efek samping negatif bagi anak-anak.

Hal yang bisa dilakukan untuk membuat anak merasa baikan dalam kondisi seperti ini adalah dengan banyak beristirahat dan minum. Hindari minuman bergula dan makanan karena ini dapat menekan kemampuan system imun untuk melawan infeksi. Jangan paksa mereka makan, karena mereka akan makan ketika mereka siap. Sekedar sup kaldu ayam buatan rumahan sudah cukup karena ini mudah dicerna.

Pengobatan herbal seperti catnip dan Echinacea (dibuat menjadi teh atau larutan) dapat membantu pengeluaran keringat dan akan menurunkan suhu tubuh secara alami, sementara hyssop dan akar liquorice dan thyme juga telah diketahui dapat menurunkan demam secara alami.

Sumber:

http://articles.mercola.com/sites/articles/a…
http://www.herbalremediesinfo.com/Fever.html
http://articles.mercola.com/sites/articles/a…
http://www.health-bytes.com/fever.htm
http://articles.mercola.com/sites/articles/a…
http://articles.mercola.com/sites/articles/a…

Tentang Penulis

Shona Botes nge-blog tentang hidup alami, pengaturan keuangan, penghematan uang, pengobatan alami, dan humor (yang seringkali digabungkan dengan tema-tema sebelumnya). Waktu luangnya ia isi dengan berkebun, bersepedah, dan fotografi. Blog-nya dapat dilihat di sini.

Diterjemahkan dari http://www.naturalnews.com/031467_fevers_health.html.

[1] Baca Rumus Konversi Suhu: http://id.wikipedia.org/wiki/Rumus_konversi_suhu. Atau jika ingin langsung dihitung: http://www.metric-conversions.org/temperature/fahrenheit-to-celsius.htm.

Sumber gambar: http://diannekayproductions.com/blog/.

*

Baca juga pengalaman aku merawat anak ketika demam tanpa obat-obatan medis.

Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kesehatan, Terjemahan dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Mengapa Demam Bisa Baik untuk Anda

  1. Ping balik: Pengalaman Merawat Anak Demam | Punya Hanna Wilbur

Komentar ditutup.