IBU, CINTA TANPA AKHIR


Aku merasa tidak pantas menulis tentang ‘Ibu’. Aku merasa hubunganku dengan ibuku kurang baik. Aku tidak membencinya, hanya saja, gak tau kenapa, ikatan batin yang orang-orang lain rasakan dengan ibunya tidak aku rasakan. Malah, dari kecil aku sering bermimpi kabur dari rumah, dan punya tempat tinggal aku sendiri, jauh dari ibuku. Lalu, aku akan mengunjungi ibuku setahun sekali, seperti aku dulu waktu kecil, mengunjungi nenekku setahun sekali. Aku sering tidak nyaman berada di dekat ibuku. Satu-satunya hal yang menjaga hubunganku dengan ibuku adalah Allah. Aku tidak mau membuat Allah marah dengan meninggalkan ibu, jadi aku pun bertahan.

Perasaan tidak enak yang aku rasakan kepada ibuku membuatku ketakutan, karena aku takut anak-anakku suatu saat akan punya perasaan yang sama terhadapku. Jadi, aku pun berusaha untuk terus meningkatkan diri dan melakukan berbagai hal agar anak-anakku mencintaiku.

Galeri | Pos ini dipublikasikan di Keluarga dan tag . Tandai permalink.