RASA SYUKUR


Sabr- sabar- patient

Kemarin pagi sepulang dari berbelanja di pasar, aku, Azmy dan Apta naik angkot biru. Angkotnya baru mulai ngetem dan penumpangnya baru sedikit.

Azmy lalu bertanya, “Umi, koq angkotnya lama?”

“Kalo angkotnya lama, itu artinya kesempatan untuk Azmy belajar sabar,” kataku sambil senyum.

Naiklah dua orang penumpang.

Azmy bertanya lagi, “Umi, koq angkotnya lama?”

Setelah berfikir sebentar aku pun memberikan Azmy pengajuan, “Gini aja, setiap kali ada orang yang naik, Azmy bilang alhamdulillah. Angkot ini bakal maju kalo udah penuh, jadi setiap kali ada penumpang naik, Azmy bilang alhamdulillah…”

Gak beberapa lama kemudian ada beberapa penumpang naik. Aku pun bilang ‘alhamdulillah’ ke Azmy. Subhanallah, hanya beberapa menit kemudian angkot itu penuh, dan kami pun mulai berangkat (dan pastinya bilang alhamdulillah lagi).

Memang akan lebih mudah untuk bersabar jika kita fokus pada rasa syukur terhadap apa yang ada. Hal sesederhana seperti ini bisa jadi pembelajaran besar bagi anak kalau kita bisa menangkap berbagai momen yang muncul.

Galeri | Pos ini dipublikasikan di Homeschool, Inspirasi, Keluarga dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke RASA SYUKUR

  1. Ping balik: Sisi Pendidikan dari Merawat Anak | Punya Hanna Wilbur

Komentar ditutup.