Simbol Hari Perjuangan Wanita


[Update 22 April 2014]

Masih banyak wanita lain yang lebih pantas menjadi sosok wanita yang dijadikan simbol perjuangan wanita, Cut Meutia, misalnya, yang semenjak muda bergerak langsung melawan penjajahan, bertahun-tahun bersama suami dan pejuang lainnya bergerilya di hutan, hingga akhirnya beliau mati ditembak penjajah. Beliau gugur tak jauh dari anaknya, yang ketika itu masih berusia 5 tahun.

Dan wanita-wanita pejuang lainnnya…

Abdullah Ibn umar saw a Yemeni man performing Tawaf

Beginilah perjuangan seorang ibu dihargai tinggi. Bahkan seseorang yang menggendong-gendong ibunya selama berhaji disebut belum membalas perjuangan ibunya. Setiap ibu adalah pejuang bagi keluarganya, dan anak-anaknya diwajibkan selalu berbakti kepadanya.

Tanpa mengurangi rasa hormat pada Bu Kartini, tapi beliau hanyalah curhat melalui surat-surat yang beliau kirim kepada temannya di Belanda. Temannya itu membukukan surat-suratnya (1922) setelah Bu Kartini wafat (1904). Dibandingkan contoh Cut Nyak Dien di atas, pengorbanannya sangat jauh. Kalau diibaratkan sekarang, Bu Kartini seperti blogger yang curhat di blognya. Zaman dulu platform yang ada ya, surat-menyurat itu.

Yang lebih miris lagi, Bu Kartini dijadikan simbol untuk wanita memisahkan diri dari keluarga (walaupun Bu Kartini pribadi tidak pernah mengajarkan hal ini).

Waktu TK, kita para anak perempuan yang masih polos diminta memakai MAKE-UP dan berlenggak-lenggok untuk mengenang Hari Kartini. Cara perayaan seperti ini untuk menginspirasi apa? Bagi aku pribadi Hari Kartini di tahun 1995 adalah pertama kalinya dalam hidup aku memakai make-up. Kemudian aku difoto sambil memakai make-up itu. Kemudian aku pulang ke rumah, dan harus menderita seminggu karena rambut aku kasar (efek di-spray hehe).

Ini bukan tulisan untuk menjelekkan Bu Kartini, karena beliau ‘tidak bersalah’ di sini. Aku hanya memprotes imaje, tujuan politis, dan perilaku-perilaku yang muncul setelah Hari Kartini di-sah-kan oleh Pak Presiden Soeharto (1964) sebagai sebuah hari perayaan.

*Sumber info Bu Kartini: http://www.mutiararahmah.info/par/kartini.htm

Update (22 April 2014):

Sumber Gambar: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=697593200279970&set=a.162364110469551.33567.139939956045300&type=1&relevant_count=1

 

Galeri | Pos ini dipublikasikan di Isu dan tag , . Tandai permalink.