Koq Anak-anak Tambah Gendut


Uniknya, aku pernah ketemua dua anak usia di bawah 8 tahun yang ‘big’ seperti ini. Semoga mereka sehat-sehat, ya…

#hanyapemikiranselewat

Sudah semakin diterima di dunia medis bahaya antibiotik yang selama ini diproduksi. Salah satu efek sampingnya adalah obesitas. Di antara penjelasannya adalah antibiotik merusak keseimbangan kehidupan mikroba yang bermanfaat bagi manusia bagi pencernaannya. Jadi, dari satu faktor ini saja, kurang sempurnanya pencernaan, bisa mengganggu proses-proses lain dalam tubuh.

Nah, ini mah komen aja. Perasaan kebanyakan anak-anak (10 tahun ke atas) di sekitar aku badannya relatif lebih besar dibandingkan orangtuanya dulu pada usia yang sama. Apa ada hubungannya dengan antibiotik yang beberapa kali mereka konsumsi semenjak bayi hingga anak-anak?

(kan kalo ke RS atau puskesmas, apa pun penyakitnya, sering dikasih antibiotik sebagai salah satu pilihan di antara obat-obat yang diresepkan. Bahkan ada RS yang SOP-nya adalah memberikan antibiotik kepada bayi baru lahir).

Memang anak-anak itu belum dikategorikan sebagai ‘obese’, tapi perbedaan ‘kegendutan’-nya terlihat mencolok aja dibandingkan foto-foto generasi sebelumnya pada usia yang sama.

Walopun tambah banyak institusi medis yang mengurangi penggunaan antibiotik, tapi kondisi anak-anak sekarang adalah hasil gabungan keputusan yang telah lalu–dan pemberian resep antibiotik ‘seperti kacang’ adalah salah satunya.

Tentu saja ada faktor lain yang turut mendukung seperti makanan dan minuman yang dikonsumsi, dan kurangnya aktifitas fisik.

By the way bus way, berikut ini tiga langkah mengembalikan flora pencernaan kita.

Iklan
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.