Berikan Makanan Bergizi bagi Korban Bencana


Tanggal 24 November 2014 kemarin aku membuat status seperti ini:

Waktu aku SD aku suka mengkhayal kalo ada bencana, apa ya makanan yang paling baik? Saat itu yang ada di pikiran aku sih mie instan . Memang sih, paling baik di-stok dan dibawa-bawa, gampang masaknya, dan bikin cepet kenyang (walopun bikin cepet laper juga).

Tapi… tapi… tapi… sekarang aku sangat yakin segala yang instan2 itu gak baik buat kesehatan dan kebugaran. Sedangkan orang yang terkena musibah benaca alam pasti membutuhkan nutrisi untuk menjaga kekebalan tubuhnya, apalagi melawan sanitasi yang buruk pasca bencana. Kalo ‘terpaksa’ sih gak papa makan yang instan, tapi kalo terus-terusan ‘terpaksa’ ya bukan terpaksa lagi namanya. Apalagi di negara kita ini, bencana alam adalah sesuatu yang sering terjadi, jadi harus ada persiapan yang matang untuk hal ini.

Aku pun brainstorming. Makanan apa ya yang bagus untuk di-stok dan/atau dikirimkan kepada korban bencana?

Sesuatu yang sederhana, mudah dibawa, bergizi tinggi, dan mengenyangkan.

Ini ide-ide lain selain beras, ya…

Sempet muncul ide-ide seperti gula merah, kacang hijau (amat bergizi, dan kalau dilembabkan bisa jadi toge, yang juga bergizi tinggi), dan… apalagi? Hayo, tulis ide-idenya di sini😀.

Dipikir-pikir, ini bukan masalah sepele.

Ide-ide yang muncul di komen: Umbi-umbian, jagung, kurma, tepung beras merah (khususnya untuk bayi), ketimun, madu, sale pisang (tidak akan membusuk walaupun tidak dimasukkan ke kulkas), dst.

Semoga siapa pun yang membaca ini–khususnya petugas kemanusiaan yang mendapat amanah menyampaikan bantuan–bisa terinspirasi untuk memberikan kepada korban bencana hal-hal yang non-instan. Yang membantu dari ‘jarak jauh’ pun bisa lebih mendahulukan untuk request agar bantuan diberikan untuk makanan yang bergizi. Tidak perlu muluk-muluk, makanan yang wah dan mahal, yang penting bergizi tinggi, selain murah meriah, aman untuk dibawa, tahan lama, dan mudah diolah,

*PS: Ini tulisan fokus soal bantuan makanan ya… Bukan berarti aku gak merhatiin bantuan seperti selimut, baju, pembalut, dst.

Pos ini dipublikasikan di Keluarga. Tandai permalink.