Nutrisi dan Penyakit: Sinopsis Buku Rahasia Sehat Orang China


The food you eat can either be the safest and most powerful form of medicine or the slowest form of poison - Ann Wigmore

Keingintahuan masyarakat tentang nutrisi dan pola makan ideal saat ini terus meningkat. Ini terbukti dengan terus larisnya buku-buku maupun artikel tentang diet dan kesehatan. Di sisi lain ada begitu banyak informasi beraneka ragam, bahkan saling berbenturan, sehingga menimbulkan kebingungan besar.

Buku Rahasia Sehat Orang China (RSOC) bukanlah buku tentang orang-orang di negara China, maupun tentang betapa sehatnya mereka. Ini adalah buku kumpulan penelitian yang pernah dilakukan dan dikumpulkan oleh si penulis selama karirnya lebih dari 40 tahun sebagai peneliti. Dr. T. Colin Campbell telah mendapatkan berbagai dana hibah untuk lebih dari 700 penelitian peer-reviewed dalam bidang nutrisi. Beliau juga telah menulis lebih dari 300 makalah penelitian, dan salah satunya, China Study, adalah titik puncak dari kerja sama selama dua puluh tahun antara Cornell University, Oxford University, dan Chinese Academy of Preventive Medicine. Buku RSOC ini ia tulis bersama dengan anaknya, Thomas Campbell, yang juga merupakan lulusan Cornell University dan sedang mengejar karir di bidang pengobatan.

Argumen utama yang dikemukakan dalam buku ini adalah bahwa terdapat banyak bukti-bukti penelitian bahwa ada korelasi kuat antara pola makan/minum dengan kondisi kesehatan secara umum. Dan, solusi dari berbagai masalah kesehatan kornis yang dialami masyarakat dunia saat ini adalah pada pola makan tersebut. Pola makan apakah yang dimaksud? Penulis memaparkan berbagai perbandingan penelitian dari berbagai negara—termasuk penelitian-penelitian yang ia turut serta merangkumnya—dan tingkat kesejahteraan masyarakat (karena bahkan dalam negara yang sama bisa terdapat berbagai tingkatan masyarakat dengan pola makan yang berbeda-beda), kemudian membuat kesimpulan, yang dapat Anda baca langsung hasilnya dalam buku Rahasia Sehat Orang China.

Begitu banyak ‘penyakit kemakmuran’ (penyakit yang lebih sering diderita oleh orang-orang kelas menengah ke atas)—diabetes, kanker, obesitas, kerusakan jantung, dst—sebenarnya bisa dihindari, atau bahkan disembuhkan, cukup dengan pola makan dan kebiasaan.

Ini khususnya penting, karena tingginya tingkat kematian adalah akibat pelayanan kesehatan. Penyebab kematian terbesar ketiga di AS adalah akibat pelayanan kesehatan! Di antaranya adalah kesalahan pengobatan, tindakan operasi yang tidak perlu, kesalahan yang dapat dicegah dalam rumah sakit, infeksi dalam bangsal rumah sakit, dan efek samping obat-obatan. Penulis mengutip, “Bahkan dengan penggunaan obat-obatan bersertifikasi dan prosedur medis yang benar, lebih dari 100.000 nyawa melayang setiap tahunnya karena reaksi yang tidak diharapkan terhadap ‘obat-obatan’ yang seharusnya mengembalikan si pasien menjadi sehat.” (halaman 19)

“Jika nutrisi telah dipahami dengan lebih baik dan pencegahan serta perawatan alami lebih diterima dalam komunitas medis, kita mungkin tidak akan menumpahkan begitu banyak racun dan obat-obatan keras yang dapat berakibat fatal ke dalam tubuh pada tahap-tahap akhir suatu penyakit. Kita mungkin tidak akan panik mencari obat-obatan baru untuk mengatasi gejala, yang sering tidak memiliki efek apa pun terhadap penyebab utama penyakit yang kita derita. Kita mungkin tidak akan menghabiskan uang untuk mengembangkan, mematenkan, dan mengomersialkan obat-obatan ‘pamungkas’ yang sering menyebabkan masalah kesehatan tambahan.”

Dr. Campbell juga menjelaskan mengapa berbagai keputusan dan rekomendasi nutrisi pemerintah justru memperparah kondisi kesehatan masyarakat. Di antaranya, adalah upaya-upaya di balik layar para pelobi dari industri obat dan makanan—termasuk industri susu dan daging. Bahkan lobi dari industri permen dan makanan ringan pun bisa meningkatkan rekomendasi konsumsi gula dari maksimal hanya 10% menjadi 25%! Itulah di antara alasan mengapa begitu jauh jarak antara hasil penelitian asli dengan informasi yang akhirnya didapatkan oleh masyarakat. Selain itu, seringkali hasil penelitian nutrisi hanya berkisar pada masyarakat yang pola makannya cenderung homogen, sehingga muncul kesimpulan-kesimpulan bahwa ‘tidak ada hubungan antara pola makan dengan perkembangan penyakit’. Dr. Campbell menyadari kesalahan ini ketika ia berkecimpung dalam The China Study, dan melihat perbedaan besar antara pola makan di negara yang berbeda dengan negara Amerika Serikat.

Ini adalah kesalahan fatal, karena rekomendasi-rekomendasi nutrisi yang dikeluarkan oleh pemerintah dan lembaga kesehatan akan menentukan pilihan makanan dan minuman yang disajikan di rumah sakit, panti jompo, dan sekolah-sekolah!

Penulis juga menceritakan contoh beberapa dokter medis terkenal yang berani mendobrak kebiasaan konvensional pemberian resep obat farmasi, dan mengganti dengan kebiasaan sehari-hari (makan, minum, aktifitas, kondisi emosi) pasien, dan hasilnya memuaskan—bahkan melampaui berbagai obat farmasi dan operasi/bedah yang mereka tahu. Dokter-dokter tersebut penulis kisahkan pengalamannya, berikut dengan curhatan mereka tentang sedikitnya dokter medis yang mau menempuh jalur yang sama dengan mereka. Nasib dokter-dokter tersebut dikucilkan. Kebanyakan rekan-rekan mereka tidak mau keluar dari sistem medis yang mereka telah dididik di dalamnya. Selain itu ada faktor-faktor lain seperti sumber pendanaan (kurangnya pemasukkan apabila hanya sedikit obat farmasi yang dijual, atau tidak mencapai target penjualan perusahaan farmasi).

Misalnya Dr. McDougall, salah satu dokter terpandang yang telah menulis banyak buku tentang nutrisi dan pernah mengabdi enam belas tahun di St. Helena. Ia bercerita bahwa para dokter lain di RS yang pernah ia bekerja di sana, tidak mau merekomendasikan pasien-pasiennya kepada Dr. McDougall ketika pasiennya butuh informasi pola makan. Tapi, anehnya, ketika para dokter yang sama jatuh sakit, termasuk para petinggi RS jatuh sakit, mereka akan mendatangi Dr. McDougall untuk konsultasi. Para dokter dan petinggi rumah sakit itu hanya mau merekomendasikan dirinya sendiri maupun keluarga dekat mereka ke Dr. McDougall ketika mereka sakit.

Ada sedikit komentar saya (Hanna) tentang laetrile yang sempat penulis singgung dalam buku RSOC. Beliau bilang tidak tahu mengenai efektifitas laetrile dalam mengobati kanker. Dalam hal ini saya merekomendasikan Anda membaca buku “World Without Cancer” karya Edward Griffin dimana beliau memaparkan dengan lebih lengkap mengenai hal tersebut.

Buku RSOC, yang sarat dengan catatan sumber-sumber penelitian ini, sangat pas untuk dijadikan koleksi buku pribadi Anda. Dan, bahkan penting untuk disimpan untuk referensi lanjutan, maupun untuk dipelajari anak-anak Anda. Seperti komentar Dean Ornish, M.D., “… membacanya mungkin menyelamatkan hidup Anda.”

***

Judul Terjemahan              : Rahasia Sehat Orang China

Judul Asli (tahun 2004)    : The China Study

Penulis                                   : T. Colin Campbell & Thomas M. Campbell II

Penerbit                                : Noura Books

Tahun Terbit                        : 2013

Jumlah Halaman                 : xx + 445

Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kesehatan, Recommended Books. Tandai permalink.