Masyarakat Bugar dengan Hemat


Doctor - figure what disease goes with insuranceSemenjak sebelum diadakan program asuransi perawatan medis negri, aku udah yakin pasti bakal banyak masalah. Di antara masalah yang bakal muncul adalah ‘beban’ biaya besar dan pasti ujung-ujungnya menyalahkan para pasien (oops, ini sudah terjadi).

Oke, mungkin saat ini belum parah, tapi kalau permasalahan kesehatan mendasar tidak diperhatikan, maka peluang banyaknya penyakit kronis akan terus meningkat yang akan meningkatkan biaya. Ini pun membuka peluang-peluang kejahatan medis legal, seperti RS dan perusahaan farmasi yang mark up harga-harga melebihi kewajaran, dst. Belum lagi ketidakadilan perawatan medis yang bisa muncul (dan kita mungkin banyak yang pernah mendengar berbagai kisahnya), tidak optimalnya pelayanan karena keterbatasan kemampuan RS/klinik sedangkan jumlah pasien membludak, dst.

Pengobatan yang terjangkau (baik secara harga maupun akses) dan berkualitas terbaik adalah hal yang sangat penting.

Tapi kita pun perlu memikirkan kesehatan jangka panjang masyarakat. Program tanggungan biaya perawatan adalah biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki kerusakan tubuh yang terjadi.

Coba bayangkan jika di dalam sebuah kota sering mengalami kebakaran, dDoctor - figure what disease goes with insurance Medical Mafiaan jumlah kebakaran terus menerus meningkat setiap tahunnya. Apakah pemerintah hanya terus menerus mengeluarkan biaya untuk peningkatan armada, peralatan, dan bahan pemadam kebakaran? Apakah pemerintah hanya akan terus meningkatkan persiapan dana kompensasi para korban kebakaran? Pastinya tidak. Akan dilakukan investigasi mengapa sering terjadi kebakaran, dan dilakukan langkah-langkah untuk menurunkan jumlah kebakaran yang sering terjadi di kota.

Kalau diibaratkan penyakit itu kebakaran, maka selama ini kita lebih banyak memikirkan biaya memadamkan api, tapi melupakan langkah-langkah untuk mencegah kebakaran itu terjadi, atau mengurangi peluang terjadinya kebakaran.

Program perawatan kesehatan yang saat ini dilakukan menurut saya belum serius diterapkan, dan masih fokus pada mencari penyelesaian masalah dengan produk. Padahal, ada banyak hal gratis maupun rendah biaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan overall health masyarakat. Berikut ini beberapa contoh hal-hal yang bisa dilakukan:

Farm-acy

  1. Gratis terapi pembebasan diri dari kecanduan: Rokok, Obat-obatan, Gula[1], Makanan Instan, dst.
  2. Delayed Cord Clamping dan Inisiasi Menyusui Dini[2] [3]
  3. ‘Sugar Gel’ yang digosokkan ke langit-langit mulut bayi ketika lahir[4] (Nabi Muhammad menyebut ini Tahnik dan menggunakan kurma).
  4. Menyusui penuh selama 2 tahun.[5]
  5. Biasakan menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi selama minimal seminggu pasca lahir, dan membiasakan anak-anak bermain di luar dan terkena sinar matahari pagi.[6] [7]
  6. Perusahaan Air Minum membersihkan air dan tidak membiarkan ada bahan kimia berbahaya di dalamnya. Pastikan setiap rumah mendapatkan air bersih dan minimal punya satu WC.
  7. Mendukung makanan-minuman se-alami mungkin bagi ibu hamil, menyusui, dan anak usia 0-2 tahun. Melarang segala jenis produk instan bagi ibu hamil, menyusui, dan anak usia 0-2 tahun.
  8. Melarang masuknya bibit tanaman transgenik, pestisida, herbisida, dan insektisida.[8] Ini termasuk melarang segala produk sayuran dan buah transgenik dan mendukung segala yang organik untuk konsumsi masyarakat maupun ternak.
  9. Cek kesehatan sebelum menikah. Apabila ada penyakit menular seksual maka diberi waktu untuk diobati dulu hingga sembuh sebelum menikah.
  10. Gratis biaya perawatan ketika sakit bagi non-perokok, dan bayar (tidak gratis) bagi perokok. Ini sebagai insentif tambahan bagi perokok untuk berhenti merokok (selain di awal mereka diberikan gratis terapi/bimbingan pembebasan dari kecanduan)
  11. Mengajarkan pengobatan dengan tanaman dari apotik hidup di sekolah-sekolah untuk penyakit-penyakit sederhana. Ini didukung dengan adanya apotik hidup di setiap sekolah, puskesmas, dan RS. Oh ya, ngomong-ngomong, berkebun itu baik untuk kesehatan anak-anak.[9]
  12. Mendukung adanya kurikulum aturan lalu lintas dan tata cara aman berkendara untuk mengurangi angka kecelakaan.
  13. Dst.
Food like products

Masalahnya saat ini kita makan produk-produk yang seperti makanan; tidak menutrisi dan malah meracuni.

Semua hal di atas akan mereduksi peluang kerusakan tubuh dan penyakit kronis. Bayangkan betapa banyak potensi biaya yang bisa dipangkas. Dan masyarakat pun akan lebih bahagia dan produktif apabila memiliki kondisi tubuh yang lebih bugar.

Fokus pada pencegahan juga akan mengurangi peluang sakit tambahan akibat efek samping obat farmasi[10] [11], perawatan medis[12] [13], dan peluang tertular sakit dari pasien lain di klinik/RS[14].

Ada contoh hal sederhana lain yaitu melarang produk farmasi untuk diiklankan melalui media massa. Ada kebijaksanaan bagus di balik aturan dosis, dan orang awam sering tidak paham/meremehkan hal ini. Sebaiknya orang perlu ke dokter dulu sebelum mengkonsumsi produk farmasi apa pun. Ini untuk mengurangi peluang, misalnya, orangtua membuat keputusan sendiri memberikan produk kepada anaknya (atau dirinya sendiri) tanpa memahami dosis, dan asal memberikan. Obat farmasi perlu digunakan secara hati-hati, bahkan hal rutin seperti paracetamol (suatu bahan yang sering mudah orang tua berikan/konsumsi, dan bahan ini juga sering ada di dalam produk obat-obatan untuk anak maupun dewasa).[15] Contoh lain adalah keracunan Opioid dimana sering diresepkan bagi pasien yang menderita rasa sakit kronis.[16] [17]

Masalahnya dengan sistem yang ada sekarang memang mencegah penyakit sebelum muncul itu gratis dan/atau memakan biaya rendah, sehingga banyak pihak tidak mau investasi dan meluangkan waktu di sini (kurang profitable)[18]. Padahal, akan sangat menghemat anggaran pemerintah (uang pajak kita) dalam jangka panjang. Dengan begitu, kita tidak perlu mengadakan program asuransi nasional. Kita bisa kembali ke sistem sebelumnya dimana biaya perawatan ketika sakit masyarakat golongan bawah ditanggung pemerintah dan biaya perawatan secara umum terjangkau oleh masyarakat. Jadi, pemerintah jangan memaksa masyarakat membeli premi asuransi.[19]

[1] “Scientific team sounds the alarm on sugar as a source of disease”, http://medicalxpress.com/news/2015-01-scientific-team-alarm-sugar-source.html#ajTabs

[2] “90 seconds to change the world | Alan Greene | TEDxBrussels”, https://www.youtube.com/watch?v=Cw53X98EvLQ

[3] “5 Benefits of Delayed Cord Clamping”, http://www.mommypotamus.com/benefits-of-delayed-cord-clamping/

[4] “Dextrose gel for neonatal hypoglycaemia (the Sugar Babies Study): a randomised, double-blind, placebo-controlled trial”, http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24075361

[5] “Breastfeeding and the Risk of Infections in 6-year-old Children”, https://www.breastfeeding.asn.au/breastfeeding-and-risk-infections-6-year-old-children

[6] “Predicted Inactivation of Viruses of Relevance to Biodefense by Solar Radiation”, http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1280232/

[7] “SOLAR Ultraviolet Radiation AND Vitamin D”, http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1994178/

[8] “Open Letter to Medical Professionals and the AMA: Start the Conversation”, http://www.examiner.com/article/open-letter-to-medical-professionals-and-the-ama-start-the-conversation

[9]Children and the Environment: How gardening lessons impact positively on school kids”, http://www.enn.com/wildlife/article/46382

[10] “Prescribed Drugs’ Toll Is Among Deadliest” http://www.washingtonpost.com/wp-srv/national/health/daily/april98/drugs041598.htm

[11] “Death by Medicine”, http://www.webdc.com/pdfs/deathbymedicine.pdf

[12] “The Shocking Truth About Medication Errors”

http://www.forbes.com/sites/leahbinder/2013/09/23/stunning-news-on-preventable-deaths-in-hospitals/

[13] “The 25 Most Common Causes of Death”, http://www.medhelp.org/general-health/articles/The-25-Most-Common-Causes-of-Death/193?page=3. Baca nomor 15; “Complications of medical and surgical care.”

[14] “Well-child visits linked to more than 700,000 subsequent flu-like illnesses”, http://www.sciencedaily.com/releases/2014/02/140212144611.htm

[15] “Use Only as Directed”

http://www.propublica.org/article/tylenol-mcneil-fda-use-only-as-directed

[16] “What physicians can do to stop the opioid overdose epidemic”,http://www.ama-assn.org/ama/ama-wire/post/physicians-can-stop-opioid-overdose-epidemic

[17] “Preventing Opioid Abuse”, http://www.ama-assn.org/ama/pub/advocacy/topics/preventing-opioid-abuse.page

[18] “Money, Politics and Health Care: A Disease-Creation Economy”, http://www.huffingtonpost.com/dr-mark-hyman/health-barriers_b_1858797.html.

[19] “Siti Fadillah Supari: Saya Tolak BPJS Karena Paksa Rakyat Membeli Premi Asuransi”, http://rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=33478

Galeri | Pos ini dipublikasikan di Isu, Kesehatan dan tag . Tandai permalink.