Pelega Iritasi Mulut


Malam Minggu lalu Azmy bilang lidahnya sebelah kiri sakit. Pas aku liat ternyata memang di area situ sedikit merah dan ada bintil-bintilnya. Terus Apta ikut-ikutan ngadu, bibir dalemnya sakit (keliatan sedikit luka kegigit). Langsung, berdasarkan insting, aku membuat 1/2 perasan … Baca lebih lanjut

Galeri

Jus untuk melarutkan kristalisasi Asam Urat


1 ketimun, 2 seledri, 1/2 perasan jeruk nipis, 2,5 cm jahe. Minum setiap pagi.

Tapi jus ini percuma.
Kalo masih gak suka minum air bening, rutin konsumsi makanan/ minuman kemasan, konsumsi minuman ‘energi’, konsumsi gula tambahan, rutin makan pake bumbu instan, mi instan, gak suka makan sayuran segar dan buah segar setiap hari, kurang aktifitas fisik, dan kurang terpapar sinar matahari..

Baca selanjutnya:
http://www.realfarmacy.com/remove-uric-acid-joints-gout-jo…/

Dipublikasi di Keluarga

Berikan Makanan Bergizi bagi Korban Bencana


Tanggal 24 November 2014 kemarin aku membuat status seperti ini:

Waktu aku SD aku suka mengkhayal kalo ada bencana, apa ya makanan yang paling baik? Saat itu yang ada di pikiran aku sih mie instan . Memang sih, paling baik di-stok dan dibawa-bawa, gampang masaknya, dan bikin cepet kenyang (walopun bikin cepet laper juga).

Tapi… tapi… tapi… sekarang aku sangat yakin segala yang instan2 itu gak baik buat kesehatan dan kebugaran. Sedangkan orang yang terkena musibah benaca alam pasti membutuhkan nutrisi untuk menjaga kekebalan tubuhnya, apalagi melawan sanitasi yang buruk pasca bencana. Kalo ‘terpaksa’ sih gak papa makan yang instan, tapi kalo terus-terusan ‘terpaksa’ ya bukan terpaksa lagi namanya. Apalagi di negara kita ini, bencana alam adalah sesuatu yang sering terjadi, jadi harus ada persiapan yang matang untuk hal ini.

Aku pun brainstorming. Makanan apa ya yang bagus untuk di-stok dan/atau dikirimkan kepada korban bencana?

Sesuatu yang sederhana, mudah dibawa, bergizi tinggi, dan mengenyangkan.

Ini ide-ide lain selain beras, ya…

Sempet muncul ide-ide seperti gula merah, kacang hijau (amat bergizi, dan kalau dilembabkan bisa jadi toge, yang juga bergizi tinggi), dan… apalagi? Hayo, tulis ide-idenya di sini ūüėÄ.

Dipikir-pikir, ini bukan masalah sepele.

Ide-ide yang muncul di komen: Umbi-umbian, jagung, kurma, tepung beras merah (khususnya untuk bayi), ketimun, madu, sale pisang (tidak akan membusuk walaupun tidak dimasukkan ke kulkas), dst.

Semoga siapa pun yang membaca ini–khususnya petugas kemanusiaan yang mendapat amanah menyampaikan bantuan–bisa terinspirasi untuk memberikan¬†kepada korban bencana hal-hal yang non-instan.¬†Yang membantu¬†dari ‘jarak jauh’ pun bisa lebih mendahulukan untuk¬†request agar bantuan diberikan untuk makanan yang bergizi. Tidak perlu muluk-muluk, makanan yang¬†wah dan mahal, yang penting bergizi tinggi, selain murah meriah, aman untuk dibawa, tahan lama, dan mudah diolah,

*PS: Ini tulisan fokus soal bantuan makanan ya…¬†Bukan berarti aku gak merhatiin¬†bantuan seperti selimut, baju, pembalut, dst.

Dipublikasi di Keluarga

Suplemen Makan Anak Buatan Sendiri


Aku sih gak pernah ngasih anak suplemen makan, apalagi yang ada iklannya di TV. Pernah aku iseng baca label produknya di rumah orang (hehe), ih bahan tambahannya gak banget, mulai dari macem2 perasa, pewarna, dan pemanis buatan. Yuck. Lagian, anak-anak … Baca lebih lanjut

Galeri

Koq Anak-anak Tambah Gendut


#hanyapemikiranselewat Sudah semakin diterima di dunia medis bahaya antibiotik yang selama ini diproduksi. Salah satu efek sampingnya adalah obesitas. Di antara penjelasannya adalah antibiotik merusak keseimbangan kehidupan mikroba yang bermanfaat bagi manusia bagi pencernaannya. Jadi, dari satu faktor ini saja, … Baca lebih lanjut

Galeri

PSPA Pak Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari Akan Datang ke Bandung (Sudah Selesai)


Beberapa waktu yang lalu aku pernah cerita butuh me-time. Saat itu aku terasa begitu lelah secara emosional, dan meminta me-time. Kini, setelah me-time sudah didapat, langkah berikutnya adalah up-grade diri! Di antara hadiah terbesar yang bisa aku berikan ke anak-anak … Baca lebih lanjut

Galeri

Asyik Juga Toko-an di Sini


Semenjak awal Agustus kemaren aku mulai buka-buka toko online karena komentar suami. ¬†Selama beberapa waktu sebelumnya kami sudah berjualan, tapi belum serius ‘buka toko’, jadi hanya lewat sosmed dan sosman (sosial pertemanan hehe).

Gara-gara iklan, kami pun mencoba salah satu situs penjualan yang ada iklan di TV.¬†Eh, apa yang aku jual¬†epek teh¬†dibeli! Mulailah aku tambah semangat jualan di situ, dan… mungkin 30% yang aku iklanin di situ ada pembelinya. Alhamdulillah.

Tapi aku gak mau sampai di situ. Muter otak juga giman supaya lebih baik lagi. Karena iklan lagi, kami pun buka di tokopedia. 

Lumayan, udah sebulan di situ dan punya 2 toko; Toko Buku Klasik dan LRB Shop.

Ternyata banyak fitur menarik di situ. Aku bisa manfaatin sistem pembayaran, penghitungan ongkos kirim (kita gak perlu cek ongkir lagi), tracking kurir, lengkap sampai ke tangan pelanggan. Mereka juga sedia invoice dan kwitansi-kwitansi-nya. Bagi aku yang rajin nyatet keuangan, kebantu banget, jadi aku hanya perlu¬†mencatat manual angka akhirnya, detailnya tinggal print invoice yang tersedia. Setelah sebulan mencoba, aku pun menyisihkan uang untuk upgrade status ke Gold Merchant, alias layanan lapak berbayar, dan fitur ‘enak’-nya bertambah lagi.

Ada hal yang sedikit tidak mengenakkan di awal. Ada pembeli yang memakai jasa kurir yang gak ada deket rumah. Itu salah aku yang belum paham pengaturan jasa kurir. Awalnya aku pikir gak bisa, ternyata kota aku berada dinyatakan tidak ada oleh sistem dari kurirnya. Jadi, aku pun mensetting nama kotaku ke kota besar di ‘sebelah’. Akhirnya bisa.¬†

Aku juga walaupun penjual, tapi juga bisa beli-beli, loh! Jadi semua penjual di tokopedia adalah prospek pembeli aku juga (halah, pikirannya masih jualan hehe). Dengan berbagai kemudahan sistem, dan prospek pembeli yang banyak, makanya aku jadi berani bayar lapak. Semoga ke depannya bisa mengumpulkan uang untuk upgrade Toko Buku Klasik menjadi Gold Merchant (sekarang baru LRB Shop).

Oh, dan suamiku pun jualan BROWNIES BAKAR di Kuliner Khas Bandung ^_^.

Yuk, gabung jualan dan belanja di sini! (inget mampir ke toko-toko-ku ya :D)

 

Dipublikasi di Uncategorized

Minat Baca: Bekal Remaja ke Dunia

Galeri ini berisi 1 foto.


Waktu kecil aku seneng banget baca buku. Gak terbatas di komik, cerpen anak, dan novel. Walaupun ada buku-buku yang pas dibaca aku belum ngerti, aku selalu berfikir, “Suatu saat nanti aku akan mengerti.” Beruntung aku seneng membaca, banyak buku-buku yang … Baca lebih lanjut

Galeri

7 Alasan kenapa kuliah di Jerman Fardhu Ain Hukumnya!

Galeri ini berisi 1 foto.


Originally posted on Ferizal Ramli's Blog:
Kuliah yang paling bagus itu ke Jerman! Bukan karena saya lulusan Jerman tapi ijinkan saya utarakan kelebihan kuliah di Jerman… — Kelebihan Kuliah di Jerman 1: kualitasnya amat sangat baik merata di seluruh…

Galeri

Small Bite, Big Taste


Lusa kemarin suamiku membawa pulang brownies bakar. Sambil ngantuk-ngantuk aku pun mendengarkan ceritanya tentang betapa spesialnya brownies yang ia bawa. Setelah mendengarkan beliau cerita beberapa lama (beliau sempet kesel karena aku tampak tidak terlalu tertarik mendengar ceritanya), aku pun mencobanya (iya, brownies-nya aku MAKAN). Kebetulan karena aku suka kopi, suami membelikan brownies rasa cappucino. 

Wuih, dari gigitan pertama, ini brownies ENAK BANGET!

Banget-banget-banget enak!

Isinya juga padet dan berisi.   

Setelah mempertimbangkan ini-itu, suami berketetapan hati untuk menjual nie brownies. Harga cuma Rp 22.500 dan bungkusannya juga aman banget, jadi gak akan rusak kalau dikirim lewat kurir pengiriman barang.

Rasanya ada 6 pilihan: Original, Keju Coklat, Coklat Pandan, Tiramisu, Cappucino, dan Choco Ball.

Suami juga menawarkan ibunya untuk mencoba. Awalnya Mamih nge-remeh-in. Eh, begitu ngerasain, beliau langsung luluh, “Iya ya, enak!”

Jangan kecewa karena ujung-ujungnya postingan ini jualan hehe. Tapi asli gak kuat, nie brownies enak bingiiiit… Gak kuat pengen jual ^_^.¬†

Bisa langsung aja pesen ke aku di 087822408426 atau 087825211122 (Yuga).

Bisa juga pesen ke sini.

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar